Yang Sulit itu Ikhlas

DARI bilik hati para perempuan hebat sahabatku kali ini, pertama aku belajar bahwa kita tidak boleh merasa memilki , semua milik Allah dan hidup ini bukan seberapa besar luka yang diberikan Allah, namun bagaimana kita menyikapinya dalam kata lain hari ini mental kita di tempa.

Iya seberapa mampu  mengimani takdir Allah, bahwa setiap kejadian merupakan kehendaknya dan  sebagai manusia hanya mampu berdiri di garis harapan, seberapa kuat  menjaga hati agar tidak marah dengan keputusan Allah, iklas menerima ujian, menangkap hikmah sebesar kepedihan yang terbenam, air mata yang sering mengalir karena keputus asaan, namun airmata ini adalah air mata yang harus mengalir hanya karena air mata ketabahan itu yang seharusnya.

Kesadaran ini tidak akan berarti tanpa kita mengalaminya, wanita itu harus kuat dimana kita harus berani menghadapi ujian, berani ikhlas, berani percaya ketika sayap tak mampu untuk mengepak, dan kita harus tau di posisi mana ketika ujian itu datang..............

Ujian yang datang, tak lagi penting bagi kita yang sedang putus asa, yang harus dipikirkan sekarang adalah bagaimana ujian itu mampu membuat kita semakin dekat dengan Allah dan memperoleh Cintanya

Makna dari ujian bukan lagi luka tapi cinta Allah yang harus dikejar. karena yang lebih penting bagaimana kita merangkak,berdiri dan berlalri mengejar Allah. 

Berlari ketika jalan hidup saya menurun.

Merangkak ketika jalan hidup saya menanjak.

Telah kuhanyutkan luka di sudut mataku, telah kukabarkan lewat angin gerimis tenatang segala catatan hati, telah kulemparkan pedih di setiap jengkal sajadah.

Seandainya hati kita tidak pernah merasa memiliki,  kita tidak akan pernah merasakan sakit kehilangan.

Administrator

  24 Agu 2017

Kontak Kami