bab kedua
RAHASIA PINTU REZEKI
Barangsiapa dibukakan baginya pintu kebaikan (rezeki), hendaklah memanfaatkan kesempatan itu (untuk berbuat baik). Sebab , dia tidak mengetahui kapan pintu itu akan ditutup baginya.
(H.r. Asy-Syihab, dalam 1100 Hadits Terpilih – Dr. Muhammad Faiz Almath)
Majalah Time edisi 10 Maret 2003 melaporkan suatu temuan menarik. Di salah satu halaman edisi itu terdapat angka-angka yang menunjukan jumlah pemeluk agama-agama besar di dunia. Disebutkan, jumlah pemeluk Kristen terbesar (2 miliar jiwa), disusul Islam (1,3 miliar), Hindu (900 juta), Buddha (360 juta), Sikh (23 juta), Yahudi (14 juta), Tak Beragama (850 juta), dan Lain-lain (525 juta).
Dari data itu terlihat, jumlah orang Yahudi paling kecil, yakni hanya 14 juta. Tetapi, menurut penelitian internasional oleh Philip M. Parker, orang-orang Yahudi paling tinggi kesejahteraannya. Penghasilan perkapita orang Yahudi (rata-rata di dunia) adalah 16.100 dollar/ tahun, disusul Kristen (8.230 dollar), Buddha (6.740 dollar), Muslim (1.720 dollar), Sikh (702 dollar), dan Hindu (392 dollar).
Terlepas dari akurat dan tidaknya hasil penelitian tersebut, kita memang patut memprihatinkan kenyataan kondisi umat Islam yang kebanyakan terkungkung dalam terali kemiskinan. Keprihatinan ini diperparah lagi dengan adanya peradigma dan dotktrin yang keliru tentang zuhud, di mana zuhud diartikan sebagai kebencian terhadap harta benda. “Orang yang kaya berarti tidak zuhud, ia lebih dekat kepada setan dan jauh dari Tuhan. Orang yang kaya harta berarti bergelimangan dengan racun dunia dan jauh dari manisnya surge.” Paradigma keliru seperti ini ternyata masih saja ada dan terus dipelihara oleh sebagian besar saudara-saudara kita.
Benarkah Islam mengajarkan pemeluknya untuk menjadi miskin dan benci kepada kekayaan dunia? Mari kita kaji lebih jauh lagi melalui firman Allah dan sabda Nabi saw.!
Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.” (Q.s. Ash-Shaff [61]: 10-11)
18 Sep 2017