Prolog

PROLOG

Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a berkata : “Jadikanlah dunia di dalam genggaman tanganmu dan jangan jadikan dunia didalam qalbumu”.

Fakta Terkini

           Dari banyak riset-riset terkini, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, masyarakat bisnis dan pekerja kini telah memasuki era spiritualitas. Mereka yang masih mengandalkan bekerja hanya dengan semangat sekularistik dan materialistik harus segera beralih. Jika tidak, bisnis dan karir mereka akan terlindas oleh orang lain yang maju dengan mengembangkan potensi spiritualitas.

           Contoh riset tesebut adalah Gay Hendricks dan Kate Ludeman yang menyatakan dalam buku bestseller mereka berjudul The Corporate Mystic: A Guidebook for Visionaries with Their Feet on the Ground: “Setelah bekerjasama dengan 800 eksekutif perusahaan besar selama 25 tahun, kami menjumpai Pemimpin yang sukses di abad ke-21 adalah para pemimpin yang spiritualistik (spiritual leaders). Dan kami lebih banyak menjumpai para Su I (mystic) di perusahaan-perusahaan besar.” Selain itu, Patricia Aburdene dalam bukunya Megatrends 2010: The Rise of Conscious Capitalism menyatakan bahwa kehidupan bisnis masa depan dibentuk oleh perusahaan –perusahaan yang bernuansa spiritual, teguh pada moralitas, dan berpihak pada keadilan ekonomi. Karyawan-karyawan perusahaan tersebut sangat kaya akan nilai-nilai spiritual dan taat mempraktekan  latihan-latihan spiritual.

Seorang pekerja yang spiritualistik akan terobsesi dengan longterm life dan kehidupan yang holistik. Semua yang dilakukan ditujukan untuk mencapai kebahagiaan dunia-akhirat. Akhirat menjadi tujuan akhir perbuatannya. Jika sudah sampai pada taraf ini, dunia tidak lagi menjadi obsesinya, dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Dunia berada dalam genggamannya, dunia tidak ia masukkan kedalam qalbunya. Dengan dunia didalam genggamannya, ia mendapatkan limpahan keberkahan. Ia bukan lagi kecanduan kerja (workaholic), tetap menjadi penggemar kerja (workafrolic) yang spiritualistik. Baginya, bekerja adalah kesenangan, ia juga merasa cukup, bahkan merasa kaya dengan penghasilan yang dia peroleh hidupnya tentram, teratur dan terarah. Ia bahagia dan keluarganya juga bahagia.

Mari kita pahami agar bisa menjadi motivasi untuk diri kita sendiri :)

Thank you

Administrator

  05 Apr 2017

Kontak Kami