Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya,ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya,keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat,dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya.


Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya,

ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya,

keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat,

dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya.

Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya. Ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya. Keberaniannya sesuai dengan kadar penolakkannya terhadap perbuatan kejahatan. Dan kesucian hati nurani-nya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya. (Mutiara Hikmah Imam Ali, RA)

Nabi Muhammad. SAW telah bersaksi bagi ahlul yamin (golongan kanan) dengan keimanan dan kefaqihan mereka, ahlul yamin adalah orang-orang yang paling sedikit ucapannya dan paling luas ilmunya, akan tetapi ilmu mereka adalah ilmu yang bermanfaat pada hati-hati mereka, mereka menerangkan ilmu dengan lisan-lisan mereka sebatas yang dibutuhkan (dinukil dari kitab fadhlu ‘ilmis salaf ‘alal kholaf li ibni Rojab Al Hambaly rahimahullah, hal.59). Nilai Seseorang Tidak Pada Banyak Bicaranya. Inilah Faqih dan Ilmu Yang bermanfaat.

Nilai seseorang itu ditentukan dari keberaniannya memikul tanggung jawab, mencintai hidup dan pekerjaannya. (Kahlil Gibran).

Karel J. Veeger  memandang nilai-nilai sebagai pengertian-pengertian (sesuatu di dalam kepala orang) tentang baik tidaknya perbuatan-perbuatan. Dengan kata lain, nilai adalah hasil penilaian atau pertimbangan moral.  

"Faktor Pendidikan seseorang menentukan nilai seseorang, tidak hanya sampai di situ saja, yang lebih utama lagi dalam sebuah penilaian adalah apa yang orang tersebut percayai sehingga di sini dapat kita lihat apa yang dipercayai oleh seseorang baik dalam kehidupannya maupun dalam aspek pendidikannya maka menentukan kehidupan seseorang tersebut. Jadi dengan kata lain kehidupan religi juga menentukan bagaimana kehidupan seseorang tersebut,” papar James Riyadi , Chairman Lippo Group.

Dalam falsafah nilai dapat ditemukan 4 nilai yang melatarbelakangi wujud manusia, yaitu : 1. nilai estetika. 2. nilai logika. 3. nilai etika dan 4. nilai spiritual.
    -nilai estetika adalah nilai yang terungkap dari wujud fisikal sesuatu (bentuk, warna dan manfaatnya ).
    -nilai logika adalah nilai yang terungkap dari strukturnya sesuatu (komposisi dari organ-organnya).
    -nilai ethika adalah nilai yang terungkap dari hubungan individu dengan lingkungannya (moral, akhlaq).
    -nilai spirital adalah nilai yang terungkap dari makna hadirnya suatu individu di depan semua individu lain dan bahkan semua makhluk  yang sempat ditemukan dalam hidupnya


Administrator

  16 Des 2015

Kontak Kami