Membumikan Al Quran di Tapal Batas

Pppa Daarul Qur’an terus berjelajah ke daerah-daerah pelosok Indonesia, menyusuri kampong-kampung untuk mendakwahkan Alqur’an khususnya di dusun yang masih sangat minim pengetahuan tentang islam. Salah satunya di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara.

Butuh waktu dua jam menyebrangi lautan Kalimantan untuk sampai ke pulau sebatik yang masuk daftar wilayah perbatasan Indonesia-malaysia. Pendidikan masih minim di daerah ini, kebanyakan warga hanya lulusan sekolah dasar (SD).

Mereka putus sekolah karena berbagai prsoalan. Mulai dari tak punya biaya, jaraknya sekolah yang jauh dan pergaulan yang kurang baik. Sampai pada akhirnya, seolah pendidikan yang minim menjadi hal biasa di kampong ini.

Anak-anak kurang perhatian lantaran orang tua mereka bekerja pagi, siang terkadang sampai malam di kebun kelapa sawit. Sehingga putra-putri mereka lebih banyak bermain. Karenanya, PPPA Daarul Qur’an berupaya membangun peradaban Qur’an di pulau sebatik.

Membangun masyarakat di tapal batas dengan mendirikan sekolah Pendidikan Anak Usia Dina (PAUD), memberikan kesempatan untuk sekolah dan menanam semangat generasi muda Pulau Sebatik sejak dini.

“ Kami ingin memperbaiki generasi. Kalau misalnya orang tuanya hanya pekerja kebun, muda-mudahan anak-anak mereka punya masa depan yang lebih baik. Karena mereka punya kesempatan sekolah dan berperndidikan, jadi jangan sampai turun temurun dengan nasib yang sama”, ujar General Manager Program PPPA Daarul Qur’an, Jahiddin.

Pulau sebatik dikenal dengan kampung narkoba. Letaknya yang berada di kawasan perbatasan, membuat bukan hanya maraknya barang illegal yang masuk tapi juga peredaran obat-obatan terlarang. Tak ayal, jika semua masyarakat sebatik pun menjadi Bandarnya.

Karenanya melalui pendirian rumah tahfizh Pulau Sebatik PPPA Daarul Qur’an mengubah kampung narkoba menjadi kampung Qur’an. Ustad-ustad Daarul Qur’an akan dikirim ke sebatik, memberikan siraman rohani kepada mereka yang haus akan ilmu-ilmu agama islam,mengenalkan Daqu Method dan tahfizhul Qur’an.

Alhamdulillah,saat ini sudah ada lima rumah tahfizh di sebatik. Melalui kordinator Daerah Rumah Tahfizh Center (RTC) Kalimantan utara (kaltar) Ustad ilham, rumah tahfizh di pulau ini sudah  melahirkan generasi-generasi penghafal Qur’an bahkan anak-anak dari mereka yang orang tua nya masih menjadi bandar dan pemakai obat-obatan terlarang.

Jahidin mengatakan,  PPPA Daarul Qur’an juga akan membangun ekonomi kreatif di pulau sebatik. Hal ini bertujuan agar penghasilan masyarakat meningkat dan para bandar narkoba beralih menjadi pengusaha.

“Budidaya pisang di sebatik itu sangat melimpah. Maka sayang sekali kalo tidak diolah dengan baik. Selama ini pisang mentah hanya dikupas kulitnya lalu dijual. Kalau dijadikan keripik pasti akan tinggi harga jualnya,” tuturnya.

Semoga Allah mempermudah ikhtiar PPPA Daarul Qur’an. Membangun masyarakat di tapal batas melalui program kampung Qur’an ini. Memberikan kesempatan hidup lebih baik pada mereka yang tinggal di perbatasan dan pelosok Indonesia dan melahirkan semakin banyak penghafal Qur’an.

Administrator

  18 Sep 2017

Kontak Kami