Berawal dari kebangkrutan saya saat menjadi supplier buah, saya mendengarkan ajakan Ustad Yusup Mansur untuk bersedekah. Sayapun melaksanakan wasilah tersebut. Alhamdulillah, semua membaik setelah saya berserta suami bersedekah. Meskipun harus memulai dari nol, saya ganti bisnis saya yang tadinya supplier buah menjadi kirim-kirim kerupuk ke tukang sayur.
Semua dari nol setelah saya tidak punya apa-apa lagi. Perlahan, semua membaik. Mulai dari keuntungan yang semakin berlipat, sampai sekarang kami bisa membeli rumah seharga Rp 5 milyar, membeli sejumlah kios di pasar-pasar yang ada di daerah Jakarta timur, membangun kontrakan 20 pintu dan masih banyak lagi keajaiban dan kenikmatan yang Allah berikan setelah kami bersedekah. Alhamdulilah.
Momen Gerakan Sedekah Nasional (Gersena) pada 27 April 2017 lalu, menjadi kesempatan besar bagi kami untuk kembali menyalurkan sedekah kepada yang membutuhkan. Hati saya terketuk saat menghadiri milad PPPA Daarul Qur’an yang ke 10 beberapa waktu lalu di Balai Sudirman, Jakarta pusat. Saya termotivasi dengan salah satu buku Ustad Yusup Mansur yang poin pentingnya adalah, “Berani enggak sedekahin apa yang paling kamu cintai?”.
Saya pun akhirnya memiliki niat menyedekahkan seluruh perhiasan saya. Alhamdulillah, semua terlaksana dengan baik. Mulai dari saya titipkan ke majelis tempat saya mengaji dank e PPPA Daarul Qur’an. Insyaallh, semua ini kami lakukan karena allah. Karena kami berpikir, tak ada yang kami bawa kelak di akhirat selain amal ibadah.
Kami tidak termasuk riya menceritakan ini, mohon maaf. Hanya saja, memang begitu nikmatnya sedekah. Allah menyiapkan rezeki dan kenikmatan yang luar biasa saat kami bersedekah. Banyak sekali kenikmatan yang kami rasakan dari fadilah sedekah.
Ini sudah ke dua kalinya kami bersedekah seluruh perhiasan. Di saat anak kami mau lahir kami juga sedekahkan semua emas. Belinya semangat, Alhamdulillah sedekahnya juga semangat. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk bersedekah. Kita memeng harus benar-benar semangat untuk bersedekah dan berbagi. Karena sebagian dari harta kita itu ada bagian hak-haknya fakir miskin. Kalau kita bersedekah insyaallah, Allah akan lebih jaga dan memberikan semuanya kepada kita.
Saya sudah hamper 10 tahun berkomitmen membantu sekitar 100 anak-anak yatim di kampung saya di jepara. Setiap tahun nya memberikan perlengkapan sekolah dan santunan. Setiap ramadhan kami juga memberikan santunan kepada fakir miskin, yatim dan dhuafa di sekitar tempat kami berdagang, dan juga di tempat kami mengaji. Mudah-mudahan menjadi simpanan pahala untuk saya dan keluarga di akhirat kelak. Amiin.*
Sumber : buku darul Quran
18 Sep 2017