Metode tambahan agar spiritualitas kerja lestari dalam diri kita adalah dengan menggunakan spirituality magnet atau magnet spiritualitas.
Magnet spiritual adalah kemampuan mendatangkan ulang rasa spiritual dan menerapkannya pada pekerjaan. Kenapa ? karena We respond not to the reality but to the memory of the reality (Selama ini kita merespon bukan kepada realitas, tetapi kepada ingatan dari realitas tersebut). Selain itu, dalam kehidupan kita sehari-hari seringkali menjalankan sesuatu karena pengkondisian masa lalu dan tidak pernah kita pertanyakan sehingga kualitasnya menjadi itu-itu saja. Kita pasrah dengan pengkondisian masa lalu dan menjadi manusia robot. Hal ini terjadi di rumah, di kantor, di sekolah dan di setiap aspek kehidupan kita. Kita seringkali melakukan sesuatu karena memang sudah begitulah kebiasaannya. Bahkan dalam cara pikir pun hal ini terjadi. “ Saya ini seringnya cepat putus sehingga mudah marah, jadi jangan buat sesuatu yang bisa meledakkan saya” atau “Saya tak bisa pegang uang, kalau ada uang ditangan pasti cepat habis. Ada saja alasan untuk keluarkan uang saat saya pegang uang banyak” adalah beberapa contoh pengkondisian pikiran yang telah menjadi keyakinan dalam diri seseorang. Ada banyak sekali contoh seperti diatas dalam kehidupan kita. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Manusia dalam bertindak dipengaruhi 88% oleh subconscious (alam bawah sadar). Ibarat gunung es, alam bawah sadar sesungguhnya lebih besar daripada alam sadar. Contoh: seseorang yang sedang duduk melihat album foto, dalam album tersebut ada foto saat ia sedang bulan madu dengan istri, ada foto ia sedang umroh, ada juga foto saat ia sedang mencium kening ibunya dan ciuman itu adalah ciuman terakhir karena setelah itu ibunya dikubur.
Saat ia melihat foto bulan madu, ia tersenyum. Ia ingat betapa bahagianya ia saat bulan madu, saat melihat foto itupun ia menjadi bahagia. Sebaliknya saat ia melihat foto ibunya yang sudah dikafani, ia menjadi sedih. Lain lagi saat ia melihat foto umrah, ia merasa memperoleh rasa spiritual.
Realitas yang ada adalah orang tersebut sedang duduk melihat foto, namun kondisi bathinnya tergantung memori yang dia akses kembali. Ia lebih merespon memori dibalik realitas tersebut. Ia telah memanggil memori alam bawah sadarnya. Sebelum pembahasan lebih lanjut, kita pahami dulu apa itu kesadaran, tingkat kesadaran dan alam bawah sadar?
Kesadaran
Secara bahasa, kesadaran sama artinya dengan mawas diri (awareness). Kesadaran juga bisa diartikan sebagai kondisi seorang individu memiliki kendali penuh terhadap stimulus internal maupun stimulus eksternal. Namun, kesadaran juga mencakup dalam persepsi dan pemikiran yang secara samar-samar disadari oleh individu sehingga akhirnya perhatiannya terpusat.
Ada 2 macam kesadaran, yaitu: Pertama, Kesadaran Pasif adalah kesadaran seorang individu bersikap menerima segala stimulus yang diberikan pada saat itu, baik stimulus internal maupun eksternal. Contoh: Seorang pekerja di bidang produksi melakukan proses produksi karena mendapat perintah atasan dengan spesifikasi dan kualitas produk yang telah ditetapkan; dan Kedua, Kesadaran Aktif adalah kondisi dimana seseorang menitikberatkan pada inisiatif dan mencari dan dapat menyeleksi stimulus-stimulus yang diberikan. Contoh: Seorang pekerja mendapat perintah dari atasannya untuk memodifikasi mesin produksi yang belum ada di perusahaan dan belum tersedia di pasar. Ia kemudian berinisiatif mencari informasi ke luar perusahaan untuk memenuhi permintaan atasannya.
Tingkatkan Kesadaran
Sigmund Freud, pendiri aliran psikoanalisis dalam psikologi, mengibaratkan tingkat kehidupan mental manusia seperti gunung es yang terapung di samudera; yang nampak hanya sebagian kecilnya saja, sedangkan lainnya ada didalam lautan. Bagian didalam lautan merupakan pikiran manusia yang merupakan bagian ketidaksadaran mental berupa pikiran kompleks, perasaan dan keinginan-keinginan bawah sadar. Sedangkan bagian yang nampak dipermukaan adalah bagian kesadaran.
Dalam metafora “gunung es” yang terkenal dengan “the iceberg”, Freud mengatakan bahwa meskipun alam bawah sadar adalah baigan yang luput dari penglihatan dari keberadaannya seringkali tidak disadari, justru ia merupakan gudang konflik-konflik terpendam yang akan mempengaruhi perilaku individu. Bagi Freud, kehidupan mental dibagi menjadi dua tingkatan, alam bawah sadar (unconscious) dan alam sadar (conscious). Alam bawah sadar ternyata memiliki cabang lagi yaitu, alam bawah sadar yang sesungguhnya dan ambang kesadaran (presconscious). Tiga tingkatan kehidupan mental ini digunakan untuk menentukan proses maupun lokasi suatu peristiwa. Ketika Freud membahas tentang alam bawah sadar, yang dimaksudkan adalah sebagai proses-proses yang tidak kita sadari namun melandasi perilaku dan sikap kita terhadap peristiwa tertentu.
Perkembangan berikutnya, beberapa ahli kemudian membagi tingkatan kesadaran manusia dalam tiga bagian, yaitu pikiran sadar, alam bawah sadar, dan suprasadar.
pikiran sadar adalah tingkatan normal dari kesadaran kita yang hanya mewakili sebagian kecil dari seluruh kesadaran. Pikiran sadar dapat diumpamakan seperti pulau kecil di tengah lautan yang luas. Pikiran sadar yang hanya merupakan sebagian kecil dari seluruh kekuatan jiwa kita inilah yang kita gunakan untuk melakukan aktifitas sehari-hari.
Alam bawah sadar merupakan bagian yang tersembunyi namun dominan dari seluruh kekuatan jiwa manusia. Alam bawah sadar dapat diumpamakan seperti lautan luas yang berada di sekililing pulau kecil dari perumpamaan pikiran sadar tadi. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa alam bawah sadar merupakan bagian terbesar dari kekuatan jiwa kita. Sayangnya, alam bawah sadar tidak mudah dikendalikan dengan cara biasa seperti halnya kita menggunakan pikiran sadar. Namun demikian alam bawah sadar itu memang benar-benar ada dan aktif. Keberadaan dan aktifitas alam bawah sadar bisa diketahui dari berbagai hal yang salah satunya adalah peristiwa mimpi. Mimpi adalah aktifitas alam bawah sadar karena disaat tidur pikiran sadar kita non aktif. Keberadaan alam bawah sadar juga bisa dipahami dari berbagai mental yang berat seperti phobia dan trauma. Gangguan mental seperti itu sukar dilawan oleh pikiran sadar dari orang yang bersangkutan karena gangguan mental tersebut sudah tertanam di alam bawah sadar dan menjadi kekuatan negative yang dominan.
Suprasadar adalah kesadaran tinggi yang dapat diumpamakan seperti langit diatas kita pada malam hari, yang dihiasi oleh jutaan cahaya bintang yang mencerahkan. Seperti kita ketahui bahwa bintang-bintang dilangit hanya bisa dilihat dimalam hari yang gelap. Kita tidak bisa melihat bintang di siang hari, karena saat itu matahari bersinar terang. Dalam hal ini matahari adalah perumpamaan dari ego dan perasaan kita yang mengaburkan kesadaran suprasadar dari langit mental kita. Namun suprasadar selalu bersama kita. Suprasadar adalah kondisi mental yang sangat positif. Sesuai dengan namanya suprasadar berada diatas tingkatkan normal kesadaran kita. Salah satu contoh dari situasi suprasadar adalah ketika seseorang berada dalam situasi yang sangat tenang di saat sedang khusyuk beribadah atau berdoa yang saat itu kondisi ego sedang mereda.
Dalam kondisi tersebut suprasadar mendatangkan penglihatan dan inspirasi yang lebih dalam, mendapat ide atau ilham, kedekatan dengan Allah, dan gejala spiritual lainnya yang bersifat positif. Hal penting yang perlu disadari adalah semakin tinggi ego seseorang, ia akan semakin sulit mencapai suprasadar. Dia juga akan sulit untuk dekat dengan Allah.
Suprasadar dapat dicapai oleh seseorang dengan menggunakan metode khusus yang membuatnya mampu mengolah kesadaran dan bawah sadarnya untuk mencapai suprasadar tersebut. Salah satu metode khusus tersebut adalah dengan melakukan dzikir. Untuk mencapai suprasadar kita harus memahami dulu sifat-sifat alam bawah sadar. Dengan memahami alam bawah sadar kita akan dapat mengetahui cara mencegah gangguan mental di dalamnya. Kita juga akan mengetahui cara mengembangkan kekuatan alam bawah sadar menjadi kekuatan positif yang bersifat suprasadar.
Sifat-sifat Alam Bawah Sadar
Ada empat sifat alam bawah sadar, yaitu:
Cara Mencegah Gangguan Mental di Alam Bawah Sadar
Setelah memahami sifat-sifat alam bawah sadar, sekarang marilah kita membahas cara mencegah gangguan mental di alam bawah sadar yang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Sugesti terhadap diri sendiri bisa dilakukan dengan mengucapkan kalimat sugestif didalam hati secara berulang-berulang. Misalnya seorang pelajar yang sering cemas menghadapi ujian bisa mengucapkan kata-kata sugesti secara berulang-berulang didalam hati: Saya sudah belajar, saya pasti bisa menghadapi ujian.
Magnet Spiritual: Cara Mendatangkan Ulang Rasa Spiritual
Lalu, bagaimana cara seseorang mendatangkan ulang rasa spiritual tersebut? Caranya ada tiga yaitu: Pertama, dengan mengakses pengalaman spiritual tertentu; Kedua, setelah mengakses pengalamanan spiritual tersebut, kemudian memperkuatnya (amplify) sepuluh kali lebih kuat, seratus kali lebih kuat dan seterusnya kepada kondisi yang terkini; dan ketiga, setelah pengalaman spiritual tersebut sudah kuat, maka yakini bahwa pengalaman spiritual tersebut akan berpengaruh kepada kehidupan di masa depan.
Walaupun metode diatas dapat menjadi magnet spiritual, namun hanya bersifat permanen. Agar dapat bersifat permanen, metode diatas perlu dilengkapi dengan menitik beratkan pada penggunaan Aktivitas Mental Internal, yaitu berupa pembersihan dan pengoptimalan fungsi qalbu sebagai pusat kecerdasan, yaitu melalui kegiatan dzikir.
08 Mei 2017