Antusias masyarakat palestina di jalur Gaza atas kehadiran Daarul Qur’an Nusantara begitu besar. Bagaimana tidak, pada awal kehadirannya hanya memiliki 60 santri, saat ini sudah ada 220 santri setelah PPPA Daarul Qur’an memperkenalkan kurikulum dan cara cepat menghafal Alqur’an. Kini santri yang ingin menghafal Alqur’an di Gaza semakin bertambah.
Setiap harinya anak-anak Gaza, palestina berbondong-bondong datang kerumah Tahfizh Daarul Qur’an Nusantara untuk mengaji, menghafal dan menyetor hafalan. Di bawah bimbingan sepuluh guru dari berbagai macam ilmu mulai doktor sampai magister ahli tafsir Qur’an dan syariah, para santri di bekali ilmu agama dan di ajarkan menghafal hadist syarif.
Kehadiran rumah Tahfizh PPPA Daarul Qur’an di Gaza turut berberan dalam mencetek atau perbanyak generasi Qur’aniyah, hafizh Qur’an dan berakhlak terpuji. Empat tahun sudah rumah Tahfizh berdiri di Gaza dengan jumlah santri 220 orang dengan 45 orang anak-anak palestina berhasil hafal Qur’an 30 juz, mayoritas dari mereka memiliki hafalan mulai dari 10 juz hingga 25 juz.
Ramadhan lalu atau masa musim panas, PPPA Daarul Qur’an Gaza selalu mengadakan program mukhoiyam shoifiyyah dan mukhoiyam Ramadhaniyyah. Program ini mengajarkan para santri lebih pokus lagi, berlomba-lomba untuk menyelesaikan Alqur’an 30 juz selama Ramadhan atau dalam jangka waktu 30 hari.
Alhamdulilah para santri anak palestina mampu menghafal Alqur’an 1 juz bahkan lebih dalam satu hari, dengan demikian otomatis mereka dapat hafal Qur’an 30 juz selama 30 hari,bahkan ada yang 25 hari saja telah hafal Qur’an 30 juz. Subhanallah
Luar biasanya daya ingat anak palestina khususnya di Gaza, bahkan sulit untuk mereka melupakannya. Sebab, setelah menghafal mereka tidak serta merta malas-malasan untuk menjaga, mentadabbur dan mengkaji kembali hafalan mereka. Pada marhafal atau tahap pemantapan ini adalah tahap membutuhkan energi dalam menjaga hafalan, tahap ini tahap tersulit bagi para pembimbing untuk selalu memotivasi anak didik mereka lebih fokus lagi dalam menjaga hafalan.
“Paska lebaran kami lakukan wisuda sederhana bagi 22 anak palestina yang telah hafizh Qur’an. Acara ini bentuk motivasi bagi santri lainnya untuk lebih semangat lagi dalam menghafal Alqur’an,” ujar giat ke manusiaan palestina dari Indonesia yang juga merupakan ketua kordinator Daarul Qur’an Nusantara di Jalur Gaza, abdillah onim.
Acara dilaksanakan di pelataran rumah Tahfizh PPPA Daarul Qur’an Gaza dan dihadiri ratusan santri dan wali santri. Gelaran ini semakin meriah dengan pembawaan acara dari santri Daarul Qur’an palestina, tilawah Alqur’an dan penceramah yang merupakan imam muda dari palestina bernama Syeikh Muhammad Hamudah.
“Terima kasih dan apresiasi kepada PPPA Daarul Qur’an, para donatur wabil khusus ke pada KH YUSUF MANSUR atas kesediaan dan kesungguhan dalam menjalani program Rumah Tahfizh PPPA di palestina. Salam dari rakyat Indonesia kepada rakyat palestina,salam cinta damai,” tutur Onim.
Di penghujung acara. 22 santri yang telah menjadi hafizh 30 juz di beri sertifikat foto bingkai santri dan hadiah sederhana dari pihak PPPA Daarul Qur’an Gaza. Tak sedikit wali santari bersalaman dengan Abdillah Onim sembari mengucapkan terima kasih atas kesungguhan dan komitmen untuk mendidik anak palestina berjiwa dan beraklakul karimah menjadi harapan bangsa palestina dan agama.*
Sumber : Buku darul Qur'an
18 Sep 2017