Kisah I : Tukang Pipa Air

Kisah I : Tukang Pipa Air

Dia hanyalah seorang yang tidak tamat SD. Sekolahnya hanya sampai di kelas 3 saja. Ia pergi ke kota untuk mengadu nasib sebagai tukang pipa air. Keahlian sebagai tukang pipa air didapatkan dari kakak iparnya. Di kota besar, ia berkeliling naik sepeda angin untuk menawarkan jasanya ke rumah-rumah. Hal ini berlangsung selama dua tahun.

Suatu hari, ketika waktu dhuhur ia berhenti di sebuah masjid untuk melakukan shalat. Kebetulan di sana ada pengajian singkat. Dia mengikutinya. Ceramah yang disampaikan tentang kemuliaan shalat Dhuha. Semenjak itu ia tidak pernah meninggalkan shalat Dhuha.

Waktu demi waktu, pekerjaan jasa sebagai tukang pipa air dan sumur bor semakin ramai. Ia memiliki beberapa anak buah. Semakin lama dirasakan semakin ada kemajuan. Meskipun tenggelam dalam kesubukan di kota, namun ia tak pernah mengabaikan shalat Dhuha.

Pada suatu ketika, ia mendapat penawaran dari kontraktor itu membuat lima ribu sumur bor. Mulanya ia ragu-ragu karena tidak punya modal. Namun, setelah mengeluh kepada Allah setelah shalat Dhuha, ternyata ada jalan lapang. Kunci rejeki diberikan Allah kepadanya. Kontraktor tersebut berkenan Allah kepadanya. Kontaktor tersebut berkenan memberi uang muka lima puluh persen dari biaya. Baginya, lima puluh persen sudah cukup untuk membuat lima ribu lubang sumur bor. Proyek selesai dan ia mendapat keuntungan besar. Semenjak saat itu, ia tak lagi berkeliling menawarkan jasa membawa sepeda angin. Tetapi, dirinya telah bisa membeli mobil dan rumah. Pekerjaan cukup diserahkan kepada anak buahnya

Dalam kurung dua tahun, ia menjadi milyarder. Proyek besar selau dimenangkannya. Hingga suatu ketika sebuah perusahaan rokok terkenal, memberi proyek pengeboran air tanah. Sebenarnya sudah sepuluh kontraktor lain telah mencoba sumber air, namun selalu gagal.

Mulanya ia ragu menerima tawaran itu. Namun, akhirnya diserahkan nasib dan semua urusannya kepada Allah. Sebelum memulai pekerjaan, semua anak buahnya diminta untuk melakukan shalat Dhuha. Hasilnya, luar biasa. Setelah pengeboran berlangsung satu minggu air tanah yang berkwalitas didapatkannya. Pemilik perusahaan rokok tersebut merasa puas. Tahukah Anda, berapa ia mendapatkan pembayaran dari pekerjaan itu? Dua lubang sumur bor berikut jaringannya, ia menerima dua milyar. Pekerjaan itu hanya butuh waktu dua bulan.

Administrator

  27 Sep 2017

Kontak Kami