KANG ASEP DAN SUPIR TAKSI

              Suatu saat di siang hari, Kang Asep menaiki sebuah taksi ketika ia baru menaiki taksi tiba-tiba sang supir taksi dengan wajah tersirat keluh kesahnya berkata kepada Kang Asep…

Supir                   : “Pak terus terang, Bapak adalah penumpang saya yang pertama di siang hari ini. Terus terang hari ini adalah hari yang sulit; rasanya hidup ini berat, narik taksi sulit.”

Kang Asep mendengar keluhan supir taksi itu kemudian bertanya…

Kang Asep          : “Pak memangnya Bapak bicara apa kepada keluarga Bapak dipagi hari?”

Supir                   : “Bicara apa ya? Oh iya saya ingat, tadi pagi saya bicara kepada istri saya ‘Bu sekarang narik taksi makin sulit, hidup rasanya semakin berat.’”

Kang Asep          : “Nah, itulah Pak yang membuat Bapak sulit menarik taksi hari ini karena Bapak sudah memiliki believe, dzon, dugaan seperti itu.”

Supir                   : “Lalu bagaiman Pak?”

Kang Asep          : “Begini saja, sekarang Bapak maunya apa?”

Supir                   : “Saya maunya setoran hari ini tertutup.”

Kang Asep          : “Berapa Pak?”

Supir                   : “Ya, cukuplah 300.”

Kang Asep          : “Baik, sekarang Bapak bayangkan saja ada uang 300 ribu. Pejamkan mata Bapak, bayangkan uang 300 ribu lihat Pak angkanya.”

Si supir taksi membayangkan uang 300 ribu rupiah, kemudian Kang Asep meminta si supir taksi mencium uang 300 ribu yang sedang dibayangkannya…

Kang Asep          : “Enak enggak Pak?”

Supir                   : “Enak!”

Kang Asep          : “Terus bagaimana bila Bapak dapat uang 300 ribu hari ini?

Supir                   : “Alhamdulillah.”

Kang Asep          : “Bapak ucapkan apa, Pak?”

Supir                   : “Alhamdulillah terima kasih Ya Allah, Kau berikan ongkos 300 ribu. cukup untuk menutupi setoran hari ini Terima Kasih Ya Allah.”

Kang Asep          : “Oke pak, sekarang kita lanjutkan perjalanan.”

Kemudian taksi sampai ke tujuan, Kang Asep pun turun dari taksi dan memberikan sedikit tips. Baru saja beberapa langkah Kang Asep turun dari taksi tiba-tiba seorang Ibu menghentikan taksi tersebut dan si ibu berkata kepada supir taksi…

Ibu                       : “Tolong cepat antar saya ke Cikarang bolak-balik, pokoknya berapapun biayanya saya akan bayar.”

Si supir taksi memperkirakan ongkos taksinya sekitar 300 ribu, si supir taksi berkata kepada si ibu penumpang barunya…

Supir                   : “Silahkan masuk bu, tapi mohon maaf bu saya mau bicara sebentar kepada penumpang taksi sebelumnya.”

Ibu                       : “Oh iya silahkan.”

Lalu si supir taksi mengejar Kang Asep dan berkata…

Supir                   : “Kang tunggu sebentar.”

Kang Asep          : “Ada apa?”

Supir                   : “Saya mau Tanya, Kang Asep ini dukun ya?”

Kang Asep          : “Kok saya dibilang dukun?”

Supir                   : “Iya, ini ternyata ada ibu-ibu yang minta diantar ke Cikarang harus cepat, pulang-pergi dan ongkosnya diperkirakan 300 ribu. Kok Kang Asep bisa tau?”

Kang Asep          : “Oh, itulah mekanisme didalam berdoa. Jadi didalam berdoa itu satu yang penting adalah kita harus positive thinking kepada Allah karena didalam sebuah hadist qudsi Allah berfirman ‘Ana ‘inda dzonni ‘abdibii, Aku tergantung prasangka hambaKu’ nah tadi Bapak sudah berprasangka positif kepada Allah bahwa Bapak akan mendapat ongkos hari ini 300 ribu. Jadi, jangan pernah berpikir negative kepada Allah. Dan kedua, tadi bapak mengucapkan Alhamdulillah, bapak tau bahwa sebaik-baiknya dzikir adalah mengucapkan La Ilaha Ilallah dan sebaik-baiknya doa yang mengucapkan Alhamdulillah dan Bapak telah mengucapkan doa yang terbaik.”

Administrator

  22 Mei 2017

Kontak Kami