270
SAAT UNTUK JAWABAN PERTANYAAN
Ahad, 21 Muharom 1438 / 23 -10-16
SYAMEELA, Deliver The Truth of Islam
(KIS) Kajian Islam Syameela
=======================
*~Jodoh adalah cerminan diri ~*
1612 > Jatim#1
Assalamualaikum
Yang dimaksud jodoh adalah cerminan diri itu maksudnya yang gimana ya...
Apakah cerminan diri misal kita pendiam apa kelak istri kita juga pendiam / maksud dr cerminan diri itu yg sperti apa bisa lebih diperjelaskan lagi ???
Jazakallahu khair
Jawaban :
1612. Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh
*Kehidupan remaja hari ini rentan dihantam badai galau,* move on, TTM-an (Teman Tapi Mesra), HTS-an (Hubungan Tanpa Status), Pacaran islami berkedok taaruf ini biasa terjadi dikalangan orang-orang yang katanya aktvis dakwah, saling mengingatkan tahajud, saling mengirim kado Al Quran ataupun majalah & buku-buku Islami. Dan banyak lagi aktivtas-aktivtas lain yang katanya bukan pacaran tapi isinya yaaa salaaaaam, ya sama saja dengan pacaran. Pun demikian kalau lagi bed mod malah curhat ke orang lain membawa-bawa peti HKS (haus kasih sayang).
Ya, itulah sebagian yang dirasakan dan dilakukan. *Intinya adalah mereka yang bingung akan jodohnya*, terlalu fokus pada orangnya, pada siapanya, padahal *semestinya adalah fokus pada diri sendiri dan bagaimana bertemu dengan jodohnya,* Apakah dengan cara yang Allah ridhoi atau malah dengan jalan maksiat.
Padahal mestinya mereka tak perlu jauh-jauh mikirin jodoh, tak perlu pusing-pusing mikirin tentang jodohnya karena sejatinya *jodoh adalah cerminan diri. Jika diri itu baik, maka baik jugalah jodohnya*, namun sebaliknya jika *pribadi itu tidak baik tentu Allah akan pertemukan juga dengan yang pribadinya tidak baik.*
Alloh berfirman :
_"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)."_ *(QS.An Nur : 26)*
Maka mulai saat ini *fokuslah memperbaiki diri, memantaskan diri.* Coba evaluasi dan tanya diri itu sudah pantaskah menjadi seorang ayah, sudah layakkah menjadi seorang ibu. Karena pernikahan tidak hanya antara kamu dan dia, tapi juga antara kamu dan anakmu dengan anaknya kelak, pada level ini modal cinta dan sayang saja tidak cukup. *Butuh ilmu, butuh kesadaran serta kesabaran* dalam mendidik anak dan menjadikannya generasi yang shalih dan shalihah, karena itulah sejatinya *pernikahan, melanjutkan keturunan untuk melahirkan generasi shalih dan shalehah.*
18 Nov 2016