F.Status Sosial Ekonomi dan Kesehatan

Orang yang memiliki socio-economic status (SES) tinggi ditandai dengan tingkat penghasilan (inome) yang tinggi dan biasanya mereka kalau bekerja memiliki posisi jabatan yang memerlukan keterampilan dan profesionalisme yang tinggi pula. Untuk mendapatkan tugas tersebut, tentunya diperlukan persyaratan yang cukup ketat, yaitu harus menempuh jenjang pendidikan dan latihan tertentu. Orang-orang seperti itu, kalau memiliki gaji yang besar adalah wajar. Dengan demikian, mereka akan mampu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga dengan baik. Makan-makanan mengandung unsur gizi dan vitamin yang terjamin sehingga pola makannya teratur baik. Hal ini membuat diri dan keluarganya taraf kesehatan yang baik.

Sebaliknya, mereka yang ber-SES rendah. Memiliki jenis pekerjaan yang dapat memberi tingkat penghasilan yang rendah (sedikit). Akibatnya, tak mampu untuk membayai berbagai keperluan, di antaranya biaya kesehatan ataupun pendidikan sehingga mereka rata-rata hanya mengenyam jenjang pendidikan yang rendah pula, secara otomatis tak mampu untuk menangani jenis pekerjaan yang memerlukan persyaratan keterampilan profesionalitas yang tinggi. Dengan penghasilan rendah mereka tak mampu membiayai berbagai kebutuhan keluarga sehingga banyak mengalami kekurangan, di antaranya dalam hal makan mungkin makan sekadarnya, yang penting kenyang. Hal ini tentu berpengaruh pada kandungan makanan yang dikonsumsi, yaitu kurang memenuhi gizi, mineral, zat besi, protein, dan vitamin. Jadi, mereka yang miskin cenderung memiliki tingkat gizi rendah sehingga berpengaruh pada pola maknanya. Bahkan juga akan berpengaruh pada kesehatan wania selama hamil.

Dalam penelitian, wanita yang kekurangan gizi vitamin atau nutrisi akan berpengaruh kepada janin yang dilahirkan, di antaranya berat badan rendah, mudah terserang penyakit, dan akhirnya bisa juga pada kematian bayi yang dilahirkannya (Turner dan Helms, 1995; Papalia, Olds, dan Feldman, 1998).

Administrator

  29 Sep 2017

Kontak Kami