Perjuangan nabi Ibrahim As, Siti hajar dan putranya Nabi Ismail AS dalam melaksanakan perintah Allah SWT meskipun harus menjalani ujian yang sangat berat, selalu dikupas setiap kali hari raya idul adha tiba.
Sayangnya dari kisah perjalanan dan perjuangan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya serta prilaku dan keimanan yang ada pada tiga tokoh utama,Nabi Ibrahim AS,Siti Hajar dan Ismail AS jarang digambarkan.
lama Nabi Ibrahim tak dikaruniai keturunan. kegelisahannya ini ia sampaikan melalui untaian doa yang sangat mustajab yang kemudian dipakai oleh pasangan yang sudah menikah tapi belum dikaunia anak "Robbi habli minash-sholihin"(ya Tuhanku anugrahkan lah kepada (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh""seperti disebut dalam Al'Quran Surat Ash Shaffat (37) ayat 100.
Lewat rahim siti hajar doa nabi ibrahim As dikabulkan, di beberapa ayat Allah menyebut Ismail bukan sembarang anak.
Tapi dia adalah Nabi dan rasul (QS Maryam : 54) seseorang yang dirihai (QS Maryam : 55), Seseorang yang di tinggikan derajadnya (QS Al An'am : 86) termasuk manusia yang paling baik (QS Shood : 48) dna termasuk yang diamanahi Ka'bah (QS Al'Baqoroh : 125).
Bahkan sebelum lahirnya Allah sudah memuji Ismail dengan kalimat bighulaamin haliim, anak yang sabar (QS Ash-Shaffat : 101).
Bisa kita bayangkan, setelah lama penantian menunggu lahirnya ismail ini, dan setelah di bawa hijrah ke Makkah, tiba-tiba Allah SWT memerintahkan Ibrahim AS untuk menyembelih anaknya, bayangkan saja anak kita, jangan kan ia berprestasi, sering di muat di koran, cerdas lagi taat. anak yang biasa-biasa saja pun, tidak akan ada orang tua yang rela mengorbankannya.
Dalam surat As-Shafai'at ayat 102 hingga 111 di ceritakan lengkap kisah ini.Ismail sangat Ridha disembelih sang ayah jika hal itu merupakan perintah Allah. Dan ayahnya sama sekali tidak memberitahu sang ibu mengenai hal ini.Ibrahim hanya meminta istrinya memakaikan baju yang bagus untuk anaknya.
hampir setiap perjalanan keluarga Ibrahim menjadi sejarah.Termasuk Episode ini.Lahirnya jamaraat ( tempat melempar jumrah) adalah satu sejarah yang di abadikan oleh Allah menjadi manasikull hajj.tidak jauh dari tempat melempar jumarh, ada satu tempat di situlah Nabi Ibrahim melakukan prosesi Qurban Ismail.Kalau jamaah Haji menuju mina dari Muzdalifah, di sebelah kiri atas akan terlihat sebuah tugu.Di situ Nabiyullah ibrahim mengurbankan Ismail.mereka berdua berjalan dari makkah menuju tugu itu, melewati jamaraat.
Tertinggallah kita yang bertanya apa gerangan yang sudah dilakukan untuk Allah????
Apa yang sudah kita kurbankan dari diri kita, dari keluarga kita untuk Allah?
jangankan jiwa raga, harta pun kita pelit membagi untuk Allah dan kalau mau lebih tajam bertanya pada diri kita, jangankan jiwa, raga dan harta waktu untuk beribadah kepada Allah SWT pun seperti sayang kita lakukan.seperti lebih berharga mencari dunia, dari pada susah payah salat jamaah, sedekah kecintaan kita kepada Allah yang layak kite pertanyakan.
Sekarang ini yang ditekankan kepada nilai kurbannya bukan kepada nilai kekeluargaannya.yang ada, adalah qurban tanpa makna dan ustad hanya mendorong melakukan qurban yang terbaik nanti akan mendapat pahala.tapi filosofinya nggak dapat.Perjuangan siti hajar, filosofinya dalam sekali kemudian mereka beribadah dalam suasana hati yang senang sehingga mereka maqoma ibrohima mushalla Dia bangun dari Maqom Ibrahim dengan Ismail.
jadi Idul Adha juga bermakna perbaikan hubungan keluarga.ketangguhan keluarga memang harus dbagun. memberi makna bagaimana seorang ayah lebih mencintai anaknya dna sebaliknya.seorang anak lebih mencintai orang tuanya.
Qurban bukan sekedar dalam arti fisik seperti pemotongan hewan.prinsip motong hewan itu puncak, itu yang harus dilihat peristiwa sebelumnya di Palestina, bagaimana Ibrahim mengalami Kebuntuan dalam berdakwah di sana.lalu Allah menyuruh hijrah ke negri Makkah.sampai disana ternyata menemui tantangan yang lebih berat lagi.
Momen ber qurban itu sesungguhnya bukan hanya bagaimana kita berbelas kasih kepada yang tidak punya makanan.intinya malah kalau lihat dari sejarah tafsir tidak ada tujuan Allah untuk ber qurban sekedar menyembelih hewan saja.
Misal perintah nabi ibrahim untuk potong kambing.ternyata tdk begitu, tapi Nabi Ibrahim di suruh Allah melewati proses ujian sehingga kemudian lahir Filosofi itu ke Arah Tuhan.
KH.Yusuf Mansyur
Darull Quran
26 Agu 2017