Doa Sesudah Shalat Dhuha

  1. Doa Sesudah Shalat Dhuha

Seusai mendirikan shalat Dhuha, memohonlah kepada Allah dengan memanjatkan doa sebisa Anda. Namun, doa berikut ini sangatlah istimewa dan memiliki energi luat biasa untuk membuka pintu-pintu rezeki selepas menjalankan shalat Dhuha. Bacalah doa berikut dengan khusyuk dan penuh kerendahan diri di hadapan Allah swt.:

Allahumma innadh-dhuha’a dhuha’uka wal-baha’a baha’uka wal-jamala jamaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrata qudratuka wal-‘ishmata ‘ishmatuka. Allahumma in kana rizqi fis-sama’i  fa’anzilhu wa’in kana fil-ardhi fa’akhrijhu wa’in kana mu’siran fayassirhu wa’in kana haraman fathahhirhu wa’in kana ba’idan faqarribhu bihaqqi dhuha’ika wabaha’ika wajamalika waquwwatika waqudratika. Atini ma ataita ‘ibadakash-shalihin.

“Ya Allah, bahwasanya waktu Dhuha itu waktu Dhuha-Mu, dan kecantikan adalah kecantikan-Mu, dan keindahan adalah keindahan-Mu, dan kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jikalau rezekiku masih di atas langit, maka turunkanlah; dan jikalau ada di dalam bumi, maka keluarkanlah; dan jikalau sukar, maka mudahkanlah; dan jika haram, maka sucikanlah; dan jikalau masih jauh, maka dekatkanlah, dengan berkat waktu Dhuha, keangungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu. Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau Limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.”

Renungkanlah! Betapa indahnya kandungan doa yang dapat kita panjatkan di waktu dhuha. Bukankah kandungan doa ini mampu menggugah kesadaran kita untuk mengakui kebesaran dan keagungan Allah swt. sebagai Sang Pemberi rezeki? Kandungan doa ini mampu menghidupkan semangat kia untuk mengais rezeki-Nya yang terserak di alam raya ini.

Doa tersebut menunjukkan bahwa rezeki yang Allah anugerahkan untuk kita bisa datang dari segala arah dan penjuru. Rezeki tersedia di mana-mana. Kita memiliki kesempatan yang sama untuk meraih rezeki itu. Namun masalahnya, tidak setiap kita mengetahui letak rezeki masing-masing dan dengan cara apa kita bisa meraihnya. Dalam bahasa sehari-hari, masalah ini biasa terungkap dalam kata-kata ‘kebingungan’, seperti “Bidang apa yang bisa saya tekuni dan bisa memberikan penghidupan untuk saya?” atau “Keahlian apa yang harus saya kembangkan untuk menopang masa depan kehidupan saya?”, dan seterusnya.

Dalam ketidaktahuan tentang di mana dan dengan cara apa kita memperoleh rezeki, doa itu seakan memohonkan untuk kita agar Allah sendiri sebagai Sang Pemberi rezeki (ar-Razzaq) ikut ‘campur tangan’ dalam persoalan rezeki kita, sehingga memungkinkan teraihnya setiap persediaan rezeki yang telah Allah jatahkan porsinya untuk kita.

Pemaknaan doa seperti ini sama sekali tidak mengajarkan kita untuk bersikap pasif dan malas-malasan dalam bekerja. Justru dengan pemaknaan doa seperti ini kita dididik agar selalu bersikap optimis, aktif, produktif, dan memiliki etos kerja yang tinggi meskipun kita selalu dihadapkan pada keterbatasan dan pelbagai rintangan. Sebesar apa pun rintangan yang kita hadapi, kita akan selalu optimis dan tidak akan pernah berputus asa. Karena, kita yakin bahwa Allah Yang Maha Pemberi dan Dermawan selalu bersama kita.

Administrator

  27 Sep 2017

Kontak Kami