Sebelum terkena narkoba, individu sejak awal dapat disarankan agar membangan “benteng” pertahanan yang kuat sehingga mampu menjaga diri untuk tidak terpengaruh lingkungan yang tidak sehat. Artinya, ia mampu memilih linkugan pergaulan yang sehat, yakni mampu memilih teman yang baik dan bukan pecandu. Kalau bergaul dengan pecandu pun, ia tetap memiliki pendirian dan prinsip yang teguh, tidak goyah, dan tidak mudah ikut arus. Salah satu cara yang paling efektif ialah memperkuat iman. Individu, sesuai dengan agama atau keyakinan yang dianutnya, diharapkan sungguh-sungguh menjalankan ajaran-ajaran dan perintah agama dengan baik. Dengan demikian, tak perlu lagi orang tua mengkhawatirkan atau mencemaskan anaknya yang beriman kokoh tersebut. Untuk itu, orang tua pun perlu membimbing, membina, dan mengarahkan kehidupan agama anaknya sejak dini, jangan sampai mereka terkena narkoba. Karena itu, yang terbaik ialah orang tua sendirilah yang menjadi model pertama, yakni mereka harus sungguh-sungguh menjalankan agama/keyakinan yang dianutnya dengan baik. Melihat lingkungan keluarga yang baik itu, anak pun akan meniru orang tuanya. Sebaliknya, kalau model kehidupan orang tua tidak baik (amburadul), anaknya pun cenderung berperilaku rusak. Oleh karena itu, sebelum mengajarkan dan membimbing anak, orang tua harus menjadi contoh yang baik terlebih dahulu. Karena contoh tindakan nyata yang baik akan menjadi efektif untuk mendidik anaknya sehingga tidak terpengaruh dalam penyalahgunaan narkoba.
Seorang remaja yang belum berpengalaman dalam pergaulan akan memiliki taraf kerentanan yang tinggi, artinya akan mudah dipengaruhi oleh lingkungan sosial. Banyak godaan, tantangan ataupun tawaran-tawaran dari luar dirinya yang cenderung membawa pengaruh negatif dan destruktif, misalnya ajakan untuk mencoba narkoba. Ketidakmampuan menangkal atau mencegahnya akan menyebabkan dirinya memiliki kebiasaan dan perilaku yang buruk (menyimpang) dari norma sosial. Oleh karena itu sejak dini, sebelum terlambat, sebaiknya seorang remaja perlu memperoleh pelatihan untuk memahami bahaya penyalahgunaan narkoba, pelatihan untuk meningkatkan kemampuan bersikap asertif (assertivity training) dengan mengatakan “Tidak” terhadap tawaran penggunaan narkoba, pelatihan peningkatan rasa percaya diri, dan harga diri bagi remaja yang mengalami masalah kepribadian ini.
29 Sep 2017