2.Faktor-faktor Penyebab Obesitas

Santrock (1999) mengemukakan beberapa penyebab terjadinya obesitas, yaitu (a) faktor genetis; (b) faktor taraf metabolisme dasar dalam tubuh; (c) faktor status sosial ekonomi.

  1. Faktor Genetis

Seorang individu yang memiliki berat bdan gemuk (obese), menurut pandangan genetis ini, dikarenakan keturunan dari kondisi orang tua yang juga memiliki badan gemuk. Dalam penelitian yang dilakukan Bouchard (dalam Santrock, 1999), terbukti sebanyak 25-75% orang yang gemuk karena memang orang tuanya bebadan gemuk. Jadi, kondisi badan seseorang sudah terdeterminasi sejak masa kandungna atau kelahiran. Inilah yang dinamakan dengan poin set (set point). Ini juga berarti bahwa walaupun individu telah mengonsumsi makan-makanan yang banyak, karena dari faktor dasar individu yang berasal dari orang tua yang gemuk. Kondisi berat badannya pun tidak akan menjadi gemuk.

  1. Faktor Taraf Metabolisme Dasar dalam Tubuh

Taraf metabolisme dasar (BMR= Basal Metabolisme Rate) manusia mengandung  pengertian, yakni seberapa besar jumlah energi yang dipergunakan untuk individu ketika dalam keadaan istirahat. Seorang individu yang cenderung banyaj beristirahat dan kurang melakukan aktivitas, berarti energi yang tersimpan dalam tubuh makin banyak, sebab penggunaan energi tersebut tergolong rendah. Sementara itu, ia harus menerima input makan secara wajar tiap hari. Dengan demikian, tidak ada keseimbangan antara input dengan outputnya. Akibatnya, terjadilah penumpukan energi, ini berarti terjadi proses pertumbuhan (pembesaran) sel-sel tubuh. Dengan demikian, individu menjadi seorang obese (gemuk).

Berikut ini dikemukakan gambaran penggunaan jumlah kalori untuk tiap individu mulai masa anak-anak sampai dewasa akhir.

 

Gambar 1.1    Jumlah energi (kalori) yang dipergunakan individu (laki-laki/ wanita) selama masa istirahat (Santrock, 1999)

dari gambar tersebut, diketahui jumlah kalori yang dipergunakan laki-laki lebih besar dibandingkan wanita. Jumlah kalori yang diperrgunakan selama istirahat, oleh laki-laki dewasa muda sebanyak 36-40 m2 per jam, sedangkan wanuta sebesar 34-36 m2 per jam.

  1. Faktor Status Sosial Ekonomi

Stanrock (1999) mencatat bahwa wanita yang berasal dari status sosial ekonomi yang rendah cenderung memiliki berat badan yang gemuk (obese) dibandingkan dengan wanita yang berasal dari status ekonomi tinggi. Sayangnya, Santrock tidak menyebutkan alasan dasar yang menjadi penyebab kegemukan tersebut.

    Kemungkinan timbulnya kegemukan disebabkan seberapa intensitas perhatian individu terhadap perawatan fisiknya. Mereka yang mapan secara ekonomis, lebih memiliki perhatian yang tinggi. Mereka mungkin akan merasa cemas kalau berat badannya mengalami kenaikan secara cepat. Karena itu, mereka pun segera melakukan perawatan intensif dengan bantuan tenaga profesional (ahli gizi,dokter) serta membeli bahan-bahan untuk merampingkan tubuhnya. Tentu harga cukup mahal. Sementara itu, mereka yang berasal dari kalangan sosial ekonomi yang belum mapan., tak mampu membeli bahan-bahan tersebut. Akibatnya, kurang perhatian terhadap kondisi fisiknya. Dengan demikian, ia cenderung berbadan gemuk.

Administrator

  29 Sep 2017

Kontak Kami