Rupanya, ada pengaruh antara diet dan kolesterol. Individu yang mampu melakukan diet makanan dengan cara menghindari makan-makanan dari daging dan banyak makan-makanan dari sayur-mayur, berarti dapat mengurangi risiko mengonsumsi makanan yang berkolesterok tinggi. Yang dimaksud dengan kolesterol adalah kombinasi antara zat protein dengan zat lemak (fatty acid/ triglycerides) yang beredar dalam darah sehingga menyebabkan penyumbatan pada seluran darah. Sering kali hal itu disebut sebagai kolesterol yang buruk/ jahat (bad cholesterol). Pada makanan yang berasal dari daging-dagingan banyak mengandung zat kolesterol (lemak) tinggi, dan hal ini memiliki risiko terjadinya gangguan penyakit jantung (heart disease), tekanan darah tinggi (hipertensi), dan mudah marah/ emosi. Tidak menutupi kemungkinan bahwa orang-orang yang bertekanan darah tinggi memiliki pola keperibadian yang sensitif, pemarah, emosionalm dan tidak sabar. Karena itu diet dengan mengurangi atau menghindari makanan yang berkolesterol tinggi akan bermanfaat bagi kesehatan seseorang, yaitu ditandai dengan penurunan risiko terhadap gangguan jantung, stroke atau hipertensi. Selain itu, orang yang diet akna memiliki kesimbangan dan kestabilan emosi sehingga akan membantu penyesuaian diri dengan orang lain.
29 Sep 2017